|
Iftar ESQ Alumni Eropa
(The following extract is an article Lea Sekar Arum de Weerd wrote for the Nebula Magazine)
Setelah melaksanakan training ESQ Executive di Amsterdam yang sukses, maka tibalah saatnya mengorganisir 220 alumni dari training ini. Untuk pertama kalinya KorWil ESQ Eropa mengorganisir iftar di bulan Ramadhan di IUR (Universitas Islam Rotterdam) pada tanggal 13 oktober 2006.
Sekitar ukul setengah lima sore hari berdatanganlah para alumni ke dalam ruang converensi IUR. Para alumni disambut dengan nada-nada indah yang sudah dikenal ketika training ESQ yang terdengar dari pintu gerbang. Setelah menaiki sejumlah tangga yang curam, barulah tiba di ruangan yang sudah diatur baik kursinya, panggung kecil, proyektor dan layar yang terpampang dengan tulisan “Selamat Datang”. Sekitar 60 orang yang mendaftarkan diri dari berbagai kota di Nederland seperti Rotterdam, Breda, Amsterdam, Den Haag, dan beberapa kota lainnya. Rencana memulai acara pada pukul 16.30 adalah suatu “optimis” yang luar biasa, mengingat hari itu adalah hari jum’at, dimana orang bekerja dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00. Dapat di bayangkan kemacetan jalan baik di dalam kota Rotterdam dimana para pegawai baru keluar gedung dan juga di jalan-jalan penglubung (High Way) antar kota. Kendatipun demikian, alhamdulillah bapak Didin Fahruddin (PR KorWil Eropa) tepat pada pukul 17.00, sudah membuka acara ini. Setelah kata pembukaan, bapak Winarna membacakan kalam suci Illahi yang dilanjutkan dengan pembacaan Asma’ul Husna secara bersama-sama (sebelumnya sudah diletakkan diatas kursi masing-masing). Beberapa yang hadir menduga akan dibacakan seperti ketika training ESQ, tapi ternyata tidak. Bapak Winarna memimpin membaca Asma’ul Husna dengan sangat tenang. Cara inipun bagus. Satu persatu nama Allah itu diucapkan dan karena tenangnya kita semua dapat meresapi maknya yang terkandung di dalamnya. Acara di lanjutkan oleh bapak William Satriaputra de Weerd (KorWil Belanda/Eropa) yang menyampaikan masalah ‘sosialisasi forum kommunikasi Alumni’. Beliau menceritakan dari awal mula adanya ESQ di Nederland hingga rencana-rencana dimasa mendatang. Beliau menyatakan Nederland masih punya potensi untuk training-training selanjutnya mengingat di Nederland ada 250000 orang Indonesia, lebih dari 150000 orang Jawa-Suriname, dan juga potensi mahasiswa yang datang dari Indonesia yang tentunya dapat diharapkan untuk dapat mengikuti training-training yang akan datang. Selanjutnya Tauziah dari bapak Hambali Maksum yang memaparkan masalah jihad. Beliau meriwayatkan bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasul s.a.w. tentang apakah ada jihad yang lebih besar daripada jihad melawan musuh ketika perang Badar? Rasul saw menjawab bahwa jihad yang paling besar adalah jihad melawan hawa Nafsu. Nafsu adalah pangkal daripada kejahatan. Puasa adalah bentuk Total Action dari emosional dan spiritual quotient. Beliaupun memilih surat Asy Syams sebagai pokok bahasan yang tentu tepat buat ESQ. Di dalam surat itu Allah swt bersumpah 7 kali. Luar biasa! Karena di surat lain Allah s.w.t. tidak pernah bersumpah sebanyak itu. Yang lebih menarik adalah pada ayat ke-8, biasanya Allah s.w.t. berfirman mendahulukan yang baik disusual yang buruk. Tapi ayat ke-8 ini menyatakan: ‘maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) keburukan dan kebaikan’. Ini mengungkapkan bahwa keburukan lebih besar dan lebih menguasai daripada kebaikan. Jadi bukanlah suatu yang aneh bila malaikat bertanya kepada Allah s.w.t. mengapa Allah s.w.t. menciptakan Adam a.s. (manusia), karena lebih banyak keburukannya daripada kebaikannya. Tergantung dari manusia untuk dapat menerapak 7 Nilai Dasar ESQ dan Total Action melawan Nafsu. Akhirnya bapak Syafii Kamil menutup acara dengan penjelasan singkat tentang pentingnya silaturahmi, dan rencana KorWil untuk melaksanakan pertemuan bulanan, Halal biHalal, pertandingan olah raga, summercamp, dsb. Di adakan juga pembagian kelompok untuk memudahkan sistem komunikasi dengan tiap kelompok (misalnya per kota) di pilih satu ketua kelompok. Terakhir dalam suasana tenang dan gelap, di bacakan do’a bersama yang di pimpin oleh bapak Syafii Kamil. Pada kebanyakan orang merasakan datangnya perasahan seutuhan hingga relung hatinya yang terdalam. Do’a berakhir tepat mauknya waktu Maghrib, lampu di nyalakan kembali dan di edarkannya kurma untuk berbuka. Kami semua bergegas ke ruang lain di satu latai lebih bawah. Disana sudah di siapkan Harira (sup linzen Marokko), Pide (roti Turki), salad, kurma, Baklava (kue manis khas Timur Tengah), jus jeruk, air serta teh dan kopi. Tidak lupa beberapa alumni mengedarkan martabak telur buatannya sendiri serta Ful (makanan khas Timur Tengah yang menjadi favorit bila berbuka). Setelah itu kami menikmati hidangan malam berupa nasi berbumbu, ayam panggang serta compote terong campur daging. Sambil menikmati makanan kami sibuk ngobrol, berbagi pengalaman, tukar menukar alamat dsb. Ini tentu merupakan tujuan dari acara ini. Setelah selesai makan, acara di akhiri dengan sholat Maghrib di lantai yang paling bawah



|